Selasa, 24 Agustus 2010

SBY DI FKUI
Pidato Ilmiah “Pembangunan Berwawasan Kesehatan”


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima kunjungan Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Jum’at (22/05). Bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia SBY menyampaikan pidato bertema “Pembangunan Berwawasan Kesehatan” sekaligus meresmikan Hari Kebangkitan Alumni FKUI dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional. Hari Kebangkitan Alumni FKUI yang mengambil tema "Bersama Kita Peduli dan Cinta Almamater Demi Kemajuan Negeri" diselenggarakan untuk membangkitkan semangat pengabdian segenap alumni FKUI agar berkarya bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat negara, yakni Menteri Kesehatan RI, Menteri Sekretaris Negara RI, dan Wakil Gubernur DKI.

Dalam pidatonya, SBY mengedepankan tiga konteks yang relevan. Konteks pertama adalah tentang FKUI, komunitas kedokteran, dan Gerakan 20 Mei 1908. Konteks yang kedua adalah bagaimana mengaktualisasikan semangat dan gerakan kebangkitan nasional di abad XXI ini. Sedangkan, konteks yang ketiga adalah tentang aspek dan sektor kesehatan dalam pembangunan nasional.  SBY menyatakan kebanggaannya pada FKUI yang sejak kelahirannya telah menjadi sebuah center of excellence dan saat ini sebanyak 20% dari tenaga dokter di seluruh tanah air, disumbang dari FKUI. SBY menambahkan Indonesia dapat menjadi negara maju manakala tiga pilar kehidupan bernegara diperkuat, yaitu kemandirian, daya saing, dan peradaban yang unggul. “Kesehatan adalah prioritas dan agenda utama dalam pembangunan kita” tuturnya.

SBY juga menyatakan akan melakukan implementasi dengan menggariskan di tahun 2011 mendatang, setelah anggaran pendidikan dinaikkan sampai 20%, maka porsi untuk anggaran pembangunan kesehatan akan ditingkatkan secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa memang sektor kesehatan menjadi prioritas, mainstreaming of health sector. Agenda nasional lima tahun mendatang, adalah pertama, meningkatkan kesehatan masyarakat, public health, di seluruh tanah air. Kedua, mencapai Millenium Development Goals. Ketiga adalah meningkatkan kapasitas lembaga kesehatan, lembaga kedokteran, membangun dan memantapkan klinik, puskesmas, rumah sakit kelas 3 di seluruh tanah air, kemudian menambah lagi rumah sakit-rumah sakit modern yang bertaraf internasional, modern hospitals, world-class hospitals. Hal ini untuk mengurangi masyarakat Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk berobat. “Saya tidak happy kalau sedikit-sedikit bangsa kita berobat ke Singapura, berobat ke Tokyo, berobat ke Jerman, berobat ke Amerika, berobat ke Australia, dan sebagainya. Kita harus mendirikan modern hospitals dengan spesifikasi yang menjadi unggulan kita, dengan environment yang baik, dengan services yang baik, culture-based, mengundang putra-putri terbaik dalam dunia kedokteran kita, bermitra dengan lembaga kedokteran di negara sahabat” ujarnya.

SBY memberi contoh bahwa hingga saat ini dirinya melakukan check-up kesehatan di rumah sakit dalam negeri dan berharap tidak dirujuk ke rumah sakit luar negeri. SBY yakin akan kemampuan lembaga kesehatan dan kedokteran dalam negeri.

Di akhir kunjungannya SBY menyempatkan diri untuk melihat-lihat pameran “Peran Kampus Salemba 6 dalam Kemerdekaan RI” yang memvisualisasikan kontribusi para mahasiswa dan pengajar di FKUI dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dan kontribusi FKUI di dunia kesehatan nasional pada saat itu. Selain itu SBY juga mengunjungi Studio Mini Radio Republik Indonesia, Radio Medik Prof. Dr. Abdulrahman Saleh di Departemen Fisiologi FKUI. [diKutip dari fk.ui.ac.id ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar